MENJAGA SITUS SAMBERAN DARI MIMPI

Ruwat Rawat Borobudur
0

 



Oleh Sucoro Setrodiharjo

Wahani , Hakikat Sebuah Situs

Situs bukan sekadar tumpukan benda cagar budaya atau sisa bangunan masa lalu. Ia adalah perwujudan peradaban manusia yang membawa pesan dari generasi sebelumnya. Sebagai warisan leluhur, sebuah situs memiliki Outstanding Universal Value (Nilai Universal Luar Biasa) yang menyatu dengan alam, tradisi, dan kehidupan masyarakat sekitarnya.

Lebih dari sekadar struktur fisik, situs memiliki dimensi sakral dan keramat. Kesucian ini memberikan nilai spiritualitas pada lingkungan sekitarnya, sekaligus menjadi pengingat akan hubungan manusia dengan kekuatan yang lebih besar (magis/transendental).

Penemuan Situs Samberan: Berkah dari Kebun Bapak Wahani

Situs Samberan yang terletak di Dusun Samberan, Desa Wringin Anom, Kecamatan Tempuran, Magelang, ditemukan secara tidak terduga pada tahun 2005. Saat itu, putra Bapak Wahani yang sedang libur pesantren sedang membantu ayahnya mencangkul di kebun. Cangkul tersebut membentur struktur bata merah kuno berukuran besar (setara ukuran kertas HVS) yang tertata rapi.

Penemuan ini segera dilaporkan ke Balai Konservasi Borobudur (BKB). Setelah melalui proses ekskavasi dan penelitian panjang, Situs Samberan resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya pada tahun 2014. Struktur bata merahnya dinilai unik, langka, dan sangat berharga secara arkeologis. Hingga kini, Bapak Wahani dan keluarganya dengan penuh tanggung jawab terus menjaga dan melestarikan situs yang berada di tanah milik mereka tersebut.

Antara Tuah dan Etika Pengunjung

Keberadaan Situs Samberan menyimpan berbagai kisah menarik yang menjadi pelajaran tentang pentingnya adab (etika). Kekeramatan situs ini sering kali "menegur" mereka yang datang dengan sikap meremehkan.

  • Kisah Pedagang Es: Konon, seorang penjual es yang melintas pernah berucap meremehkan upaya perawatan batu bata kuno tersebut. Seketika, ia kehilangan arah dan hanya berputar-putar di sekitar situs tanpa bisa menemukan jalan keluar. Ia baru bisa melanjutkan perjalanan setelah meminta maaf dan menyadari kesalahannya atas saran Bapak Wahani.
  • Kisah Paranormal dari Cirebon: Ada pula kisah seorang paranormal yang mengambil batu bata situs tanpa izin untuk dijadikan sarana ritual. Akibatnya, ia mengalami kegelisahan hebat dan tidak bisa tidur hingga didatangi mimpi yang memerintahkannya untuk mengembalikan batu tersebut. Setelah batu dikembalikan ke tempat asalnya, kesehatan dan ketenangan jiwanya pulih kembali.

Kisah-kisah ini menegaskan bahwa setiap pengunjung wajib menjaga ucapan dan perilaku. Sebuah situs bersejarah memiliki "norma tak tertulis" yang memberikan kebaikan bagi mereka yang sopan, namun memberikan teguran bagi mereka yang lancang.

Refleksi pada Candi Borobudur

Pesan moral dari Situs Samberan selaras dengan nilai-nilai di Candi Borobudur. Sebagai warisan dunia, Borobudur bukan sekadar destinasi pariwisata, melainkan situs suci yang harus dihormati.

Masyarakat sekitar memercayai bahwa Borobudur memberikan tuah kebaikan bagi siapa saja yang menjaga perilaku. Sebaliknya, sikap yang tidak pantas—seperti berpacaran atau bertindak tidak sopan—dipercaya akan membawa dampak negatif bagi si pelaku. Oleh karena itu, aturan ketat mengenai pakaian (seperti penggunaan kain bagi pengunjung bercelana pendek) serta larangan memanjat atau mencoret batu bukan sekadar aturan teknis, melainkan upaya menjaga marwah situs.

Menapaki Jejak Luhur

Candi Borobudur dengan struktur berundak dan lingkaran pusatnya menawarkan edukasi melalui deretan relief yang sarat makna. Setiap langkah kaki saat melakukan pradaksina (berjalan mengitari candi searah jarum jam) bukan hanya memberikan manfaat kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan jiwa.

Menapaki langkah demi langkah sambil meresapi keindahan mahakarya ini pada akhirnya akan membawa kita pada satu titik: rasa kagum yang mendalam terhadap keagungan Sang Maha Kuasa. Menjaga situs—baik Samberan maupun Borobudur—adalah cara kita menghormati masa lalu demi masa depan yang lebih beradab.

 


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default