DAMPAK PERUBAHAN KEBIJAKAN TATA KELOLA BOROBUDUR TERHADAP MASYARAKAT - Ruwat Rawat Borobudur

Breaking

الخميس، 12 فبراير 2026

DAMPAK PERUBAHAN KEBIJAKAN TATA KELOLA BOROBUDUR TERHADAP MASYARAKAT

 





Riyanto

Tingal Kulon, Wanurejo Borobudur

Latar Belakang

Borobudur menjadi sebuah ikon kehidupan yang telah membawa sebuah kegembiraan, sebuah kebahagiaan menciptakan rasa optimisme menatap masa depan bagi masyarakat Borobudur

Namun semua kini menjadi bayang2 hitam yang membawa keresahan, kekhawatiran dan rasa pesimisme.

Kebijakan yang tidak bijak telah mengubah Borobudur menjadi milik sekelompok atau golongan tertentu, bukan lagi milik masyarakat secara umum. Peraturan dan tata kelola yang tidak mengakomodasi kepentingan masyarakat untuk berperan aktif membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat secara umum telah berdampak negatif bagi pedagang dan lingkungan di sekitarnya.

Borobudur yang universal itu , kini seolah-olah hanya menjadi milik sekelompok atau golongan.  Sebuah ruang eksklusif yang tak terjamah Itu tertuang di dalam peraturan dan tata kelola yang tidak mengakomodasi kepentingan masyarakat untuk berperan aktif membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat secara umum tidak ter kotak-kotak untuk kepentingan personal atau kelompok . Ini berimbas juga bagi pedagang dan lingkungan di sekitarnya

 Hal ini membutuhkan sebuah pemikiran atau kajian untuk melepaskan masyarakat dari masalah klasik ekonomi. Dengan Borobudur, masyarakat seharusnya bisa sejahtera dan makmur, bukan terjebak dalam masalah ekonomi yang berkepanjangan. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini dan membuat Borobudur kembali menjadi ikon kehidupan yang membawa kegembiraan dan kebahagiaan bagi masyarakat sekitar.

 Realitas Kebijakan

Perubahan kebijakan tata kelola Borobudur telah membawa dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Pola perubahan kebijakan ini telah mengubah tata ruang di zona 2, yang berdampak pada pedagang dan terminal wisata yang harus bergeser ke sebelah barat candi Borobudur dengan konsep Kampung Seni Borobudur (KSB). Namun, demikian konsep ini ternyata tidak inspiratif dan tanpa kajian yang matang, sehingga menimbulkan persoalan  bagi masyarakat utamanya para pedagang.

 Dampak Ekonomi

Perubahan kebijakan ini telah membawa dampak ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat, terutama pedagang dan lingkungan di sekitar zona 2 luar. Penurunan pendapatan pedagang pada titik terendah dan hilangnya mata pencaharian bagi masyarakat di sekitar zona 2 luar, terutama di Jalan Medang Kamolan, merupakan contoh nyata dari dampak ekonomi yang terjadi. 

Dampak Sosial

Selain dampak ekonomi, perubahan kebijakan ini juga telah membawa dampak sosial yang signifikan. Konflik di antara pedagang dan ketidakpuasan terhadap kebijakan pengurangan kuota kunjungan naik candi Borobudur serta tata ruang Kampung Seni Borobudur yang tidak representatif untuk pedagang membuat penghasilan menurun drastis.

 Solusi

Untuk menyelesaikan dampak yang terjadi, diperlukan pemikiran dan strategi pengelola dan pemangku kebijakan. Beberapa solusi yang dapat dilakukan adalah:

1.         Meninjau ulang kuota kunjungan naik candi Borobudur

2.         Meninjau ulang tata ruang di KSB

3.         Evaluasi kuota kunjungan naik candi Borobudur menjadi sebuah harga mati

4.         Evaluasi kebijakan secara menyeluruh termasuk evaluasi kebijakan pemberdayaan masyarakat 

Pembatasan Kunjungan

Pelestarian candi Borobudur sebagai cagar budaya penting sekali, namun hal tersebut harusnya tidak mereduksi kepentingan masyarakat, terutama untuk kehidupan ekonomi masyarakat. Pembatasan bisa dilakukan secara bertahap sampai ruang-ruang kehidupan masyarakat tercipta.

 Pengembangan Kawasan

Pengembangan kawasan dititikberatkan pada penciptaan destinasi-destinasi baru sebagai penyangga aset candi Borobudur. Sebuah strategi harus dijalankan karena saat ini Borobudur tidak lagi menjadi prioritas kunjungan.contoh pengembangan pariwisata yang telah dilakukan oleh kelompok VW 

Strategi Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, pemangku kebijakan perlu memastikan kehidupan warga terdampak kebijaklan yang telah dilakukan . Contoh kebijakan penutupan pintu 1-2 yang mematikan usahan masyarakat di jalan Medangkamolan . Satu strategi mungkin dengan penetapan voucher belanja bagi wisatawan dan ini menjadi sebuah kebijakan pengelola untuk menghidupkan pendapatan pedagang dan membuka pintu di akses timur.

 Dampak Sosial

Ketidakkonsistenan pengelola dalam penetapan data pedagang menjadi satu sebab konflik di tubuh pedagang, dengan di antaranya belum tersedianya lapak bagi mereka. Verifikasi ulang dan identifikasi yang lebih transparan untuk pedagang sangat diperlukan sehingga bisa memastikan semua pedagang bisa terakomodasi.

 Solusi

Disinilah dituntut pemangku kebijakan untuk melakukan intervensi, bersikap netral, dan adil. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dampak perubahan kebijakan tata kelola Borobudur terhadap masyarakat dan solusi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Harapan

Menciptakan ruang konsep terpadu dengan masyarakat. Pengelola bersama dan memberi ruang stakeholder di Borobudur membuat sebuah konsep kesejahteraan untuk masyarakat sehingga Borobudur betul-betul bisa dinikmati dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat yang mengarah pada kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat

 

 

 

 

 

 

 

 


ليست هناك تعليقات:

إرسال تعليق