DUA PELUKIS, ASEP LEOKA DAN HERIWANTO AKAN HADIRKAN IMAJINASI SPIRITUAL DALAM BINCANG SEKOLAH KEHIDUPAN - Ruwat Rawat Borobudur

Breaking

Minggu, 24 Mei 2026

DUA PELUKIS, ASEP LEOKA DAN HERIWANTO AKAN HADIRKAN IMAJINASI SPIRITUAL DALAM BINCANG SEKOLAH KEHIDUPAN

Redaksi Sekolah Kehidupan
Borobudur, Magelang – Dalam rangkaian kegiatan “Borobudur Dalam Logika Angka” pada 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur, Panitia Yayasan Brayat Panangkaran Borobudur menghadirkan ruang dialog seni dan spiritualitas melalui agenda Bincang Sekolah Kehidupan, Pameran & Demo Lukisan bertema “Imajinasi Spiritualitas Waisak dan Logika Angka Borobudur”.

Kegiatan ini akan menghadirkan dua pelukis yang memiliki perhatian mendalam terhadap dunia seni dan spiritualitas, yaitu Asep Leoka, pelukis asal Kendal Kaliwungu, serta Heriwanto, pelukis asal Semarang. Keduanya akan berbagi pandangan sekaligus memaparkan bagaimana imajinasi spiritual diterjemahkan ke dalam bahasa rupa, warna, simbol, dan pengalaman batin dalam dunia lukis.

Melalui Bincang Sekolah Kehidupan, kedua pelukis akan mengajak peserta memahami bahwa seni lukis tidak sekadar berbicara tentang keindahan visual, melainkan juga menjadi ruang refleksi untuk membaca makna kehidupan, spiritualitas Waisak, serta nilai-nilai kebijaksanaan yang hidup dan tumbuh di kawasan Borobudur.

Dalam pemaparannya, Asep Leoka dan Heriwanto akan mengulas proses kreatif seni lukis sebagai medium perenungan, bagaimana simbol-simbol spiritual hadir dalam karya, serta hubungan antara imajinasi, laku batin, dan harmoni kehidupan yang diwariskan Borobudur kepada generasi muda.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara seni, budaya, dan spiritualitas, sekaligus memperkuat pewarisan nilai luhur Borobudur melalui pendekatan kreatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Bincang Sekolah Kehidupan dan Demo Lukisan akan berlangsung dalam rangkaian Borobudur Dalam Logika Angka di Kampoeng Seni Borobudur, sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga Borobudur tetap hidup melalui pengetahuan, seni, dan nilai spiritual lintas generasi.

Top of Form

 

Bottom of Form

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar