Redaksi Sekolah Kehidupan
Borobudur, Magelang – Dalam rangkaian kegiatan “Borobudur Dalam Logika Angka”
pada 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur, Panitia Yayasan Brayat Panangkaran
Borobudur menghadirkan ruang dialog seni dan spiritualitas melalui agenda Bincang
Sekolah Kehidupan, Pameran & Demo Lukisan bertema “Imajinasi Spiritualitas
Waisak dan Logika Angka Borobudur”.
Kegiatan ini akan menghadirkan dua pelukis yang
memiliki perhatian mendalam terhadap dunia seni dan spiritualitas, yaitu Asep
Leoka, pelukis asal Kendal Kaliwungu, serta Heriwanto, pelukis asal Semarang.
Keduanya akan berbagi pandangan sekaligus memaparkan bagaimana imajinasi
spiritual diterjemahkan ke dalam bahasa rupa, warna, simbol, dan pengalaman
batin dalam dunia lukis.
Melalui Bincang Sekolah Kehidupan, kedua pelukis
akan mengajak peserta memahami bahwa seni lukis tidak sekadar berbicara tentang
keindahan visual, melainkan juga menjadi ruang refleksi untuk membaca makna
kehidupan, spiritualitas Waisak, serta nilai-nilai kebijaksanaan yang hidup dan
tumbuh di kawasan Borobudur.
Dalam pemaparannya, Asep Leoka dan Heriwanto akan mengulas
proses kreatif seni lukis sebagai medium perenungan, bagaimana simbol-simbol
spiritual hadir dalam karya, serta hubungan antara imajinasi, laku batin, dan
harmoni kehidupan yang diwariskan Borobudur kepada generasi muda.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan
antara seni, budaya, dan spiritualitas, sekaligus memperkuat pewarisan nilai
luhur Borobudur melalui pendekatan kreatif kepada masyarakat, khususnya
generasi muda.
Bincang Sekolah Kehidupan dan Demo Lukisan akan
berlangsung dalam rangkaian Borobudur Dalam Logika Angka di Kampoeng Seni
Borobudur, sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga Borobudur tetap hidup
melalui pengetahuan, seni, dan nilai spiritual lintas generasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar