MEMBUKA JALAN MASA DEPAN PEWARISAN BOROBUDUR UNTUK ANAK BANGSA - Ruwat Rawat Borobudur

Breaking

Senin, 25 Mei 2026

MEMBUKA JALAN MASA DEPAN PEWARISAN BOROBUDUR UNTUK ANAK BANGSA

Sekolah Kehidupan ke-18 Tahun 2026 Hadirkan Ruang Dialog Mencari Keseimbangan Pelestarian, Perlindungan, dan Pemanfaatan Borobudur

Redaksi Sekolah Kehidupan

Borobudur, Magelang — Penyelenggaraan Sekolah Kehidupan ke-18 Tahun 2026 dalam rangkaian 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur mendapat perhatian dan dukungan dari LestraGP, sebuah lembaga non-pemerintah yang bergerak dalam penguatan demokrasi, pendidikan kewarganegaraan, dan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama ini ditindaklanjuti melalui penyelenggaraan seminar sebagai ruang dialog bersama guna membangun arah masa depan pewarisan nilai-nilai Borobudur kepada generasi penerus bangsa.

Mengangkat tema “Membuka Jalan Masa Depan Pewarisan Borobudur untuk Anak Bangsa” dengan subtema “Mencari Keseimbangan antara Pelestarian, Perlindungan, dan Pemanfaatan Borobudur melalui Kesadaran Spiritual”, forum ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus musyawarah lintas perspektif dalam memandang masa depan Borobudur secara lebih utuh.

Ketua Panitia 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur, Sucoro Setrodiharjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat pewarisan nilai-nilai Borobudur kepada anak bangsa, tidak hanya dalam aspek fisik dan kebendaan, tetapi juga pada dimensi spiritualitas, kebudayaan, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Daniel Hakiki mengatakan seminar ini direncanakan menghadirkan sejumlah profesor lintas disiplin ilmu, tokoh agama dan kepercayaan, masyarakat Borobudur, serta diharapkan dapat dihadiri oleh Menteri Kebudayaan guna memperkaya dialog mengenai masa depan Borobudur.

Bagi Gerakan Ruwat Rawat Borobudur, Borobudur tidak sekadar dipahami sebagai candi, destinasi wisata, maupun warisan budaya dunia. Lebih dari itu, Borobudur dipandang sebagai ruang peradaban yang lahir dari perjumpaan spiritualitas, kebudayaan, alam, dan kehidupan masyarakat yang tumbuh bersama selama berabad-abad.

Karena itu, masa depan Borobudur dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada konservasi fisik ataupun pengembangan pariwisata semata. Diperlukan keseimbangan antara pelestarian, perlindungan, pemanfaatan, penguatan nilai spiritual, serta kesejahteraan masyarakat di kawasan sekitar Borobudur.

Selama kurang lebih empat dekade pengelolaan kawasan, berbagai capaian penting telah terbangun dalam aspek konservasi dan pengembangan pariwisata. Namun demikian, sejumlah dinamika masih menjadi perhatian bersama, mulai dari penguatan fungsi spiritual Borobudur, tata kelola kawasan, kesejahteraan masyarakat, hingga arah pewarisan nilai-nilai Borobudur kepada generasi mendatang.

Berbagai kebijakan pengelolaan kawasan menunjukkan bahwa Borobudur membutuhkan ruang dialog yang inklusif, terbuka, dan berbasis musyawarah. Ruang tersebut menjadi penting untuk mempertemukan perspektif kebudayaan, spiritualitas, konservasi, kebijakan publik, pariwisata, serta aspirasi masyarakat agar tercipta titik keseimbangan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Dalam semangat 24 Tahun Gerakan Ruwat Rawat Borobudur, Sekolah Kehidupan ke-18 Tahun 2026 dihadirkan sebagai ruang pemikiran bersama guna merumuskan arah baru keseimbangan antara pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan Borobudur melalui kesadaran spiritual. Harapannya, Borobudur tidak hanya lestari secara fisik, tetapi juga tetap hidup sebagai sumber nilai, pengetahuan, dan kebijaksanaan yang diwariskan kepada anak bangsa.

Kegiatan ini akan diselenggarakan secara daring dan luring (hybrid) pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 4 Juni 2026
Waktu : Pukul 09.00 WIB – selesai
Tempat : Kantor LestraGP, Jl. Sumbing No. 1, Gajahmungkur, Semarang, serta melalui Zoom Meeting.

Melalui forum ini, Gerakan Ruwat Rawat Borobudur berharap lahir gagasan, pemikiran, dan langkah bersama yang mampu memperkuat masa depan pewarisan Borobudur—bukan hanya sebagai warisan dunia, melainkan juga sebagai warisan hidup untuk anak bangsa.

Top of Form

Bottom of Form

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar