GOONG PERDAMAIAN DITABUH DI RUANG SPIRITUAL BOROBUDUR - Ruwat Rawat Borobudur

Breaking

Selasa, 12 Mei 2026

GOONG PERDAMAIAN DITABUH DI RUANG SPIRITUAL BOROBUDUR

Webinar Sekolah Kehidupan ke-12 Tahun 2026

Dalam Rangka 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur

Borobudur bukan sekadar bangunan warisan dunia, melainkan ruang perjumpaan berbagai kepentingan: spiritualitas, pelestarian budaya, ilmu pengetahuan, kebijakan negara, hingga kehidupan masyarakat. Karena itu, berbagai dinamika yang berkembang di sekitar Borobudur sering melahirkan beragam pandangan dan perbedaan pendapat.

Di tengah perubahan zaman, perbedaan tersebut perlu ditempatkan dalam ruang dialog yang sehat, terbuka, dan berkeadaban. Borobudur penting dipahami bukan hanya sebagai destinasi wisata atau bangunan bersejarah, tetapi sebagai ruang peradaban yang mengajarkan harmoni, keseimbangan, dan perjalanan kesadaran manusia.

Berangkat dari semangat 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur, diselenggarakan Webinar Sekolah Kehidupan ke-12 Tahun 2026 dengan tema:

“Hakikat Gong dan Borobudur: Dentang Kesadaran di Tengah Pergantian Zaman”

Dalam tradisi Nusantara, gong bukan sekadar alat bunyi, melainkan simbol harmoni dan panggilan kesadaran. Demikian pula Borobudur dapat dimaknai sebagai “gong besar” kebudayaan Nusantara—warisan yang tidak hanya dilihat, tetapi dipahami nilai dan maknanya.

Melalui webinar ini, peserta diajak merefleksikan berbagai dinamika Borobudur secara arif, sekaligus membangun pemahaman bersama tentang pentingnya menjaga Borobudur tidak hanya secara fisik, tetapi juga nilai, makna, dan jiwa peradabannya.

Pelaksanaan

Hari/Tanggal: Rabu, 20 Mei 2026
Waktu: Pukul 19.00 WIB
Media ZOOM Narahubung Sucoro 085600566885

Narasumber

  • Perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (perspektif spiritualitas dan kebijakan keagamaan Buddha)
  • Pemerhati Budaya (perspektif nilai, filosofi, dan kebudayaan Borobudur)
  • Pakar Komunikasi (perspektif komunikasi publik, dinamika perbedaan pendapat, dan ruang dialog)
  • Penanggap (memberikan refleksi dan tanggapan lintas perspektif)

Tujuan Webinar

  • Memperdalam pemahaman Borobudur sebagai ruang peradaban dan pembelajaran hidup.
  • Menggali makna filosofis hakikat gong dan Borobudur sebagai simbol harmoni.
  • Membangun ruang dialog reflektif mengenai tantangan pelestarian Borobudur di tengah perubahan zaman.
  • Menguatkan semangat handarbeni masyarakat dalam menjaga Borobudur secara berkelanjutan.

Webinar ini menjadi ruang bersama untuk merawat kebijaksanaan, memperkuat dialog, dan menabuh “Goong Perdamaian” di ruang spiritual Borobudur agar perbedaan pandangan dapat bertemu dalam semangat harmoni dan kebijaksanaan.

Mari bergabung dan menjadi bagian dari upaya merawat jiwa peradaban Borobudur.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar