Webinar
Sekolah Kehidupan ke-12 Tahun 2026
Dalam
Rangka 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur
Borobudur bukan sekadar bangunan warisan dunia, melainkan ruang
perjumpaan berbagai kepentingan: spiritualitas, pelestarian budaya, ilmu
pengetahuan, kebijakan negara, hingga kehidupan masyarakat. Karena itu,
berbagai dinamika yang berkembang di sekitar Borobudur sering melahirkan
beragam pandangan dan perbedaan pendapat.
Di tengah perubahan zaman, perbedaan tersebut perlu ditempatkan dalam
ruang dialog yang sehat, terbuka, dan berkeadaban. Borobudur penting dipahami
bukan hanya sebagai destinasi wisata atau bangunan bersejarah, tetapi sebagai
ruang peradaban yang mengajarkan harmoni, keseimbangan, dan perjalanan
kesadaran manusia.
Berangkat dari semangat 24 Tahun Ruwat Rawat Borobudur,
diselenggarakan Webinar Sekolah Kehidupan ke-12 Tahun 2026 dengan tema:
“Hakikat Gong dan Borobudur:
Dentang Kesadaran di Tengah Pergantian Zaman”
Dalam tradisi Nusantara, gong bukan sekadar alat bunyi, melainkan simbol
harmoni dan panggilan kesadaran. Demikian pula Borobudur dapat dimaknai sebagai
“gong besar” kebudayaan Nusantara—warisan yang tidak hanya dilihat, tetapi
dipahami nilai dan maknanya.
Melalui webinar ini, peserta diajak merefleksikan berbagai dinamika
Borobudur secara arif, sekaligus membangun pemahaman bersama tentang pentingnya
menjaga Borobudur tidak hanya secara fisik, tetapi juga nilai, makna, dan jiwa
peradabannya.
Pelaksanaan
Hari/Tanggal: Rabu, 20 Mei 2026
Waktu: Pukul 19.00 WIB
Media ZOOM Narahubung Sucoro 085600566885
Narasumber
- Perwakilan
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (perspektif
spiritualitas dan kebijakan keagamaan Buddha)
- Pemerhati
Budaya (perspektif nilai, filosofi, dan kebudayaan Borobudur)
- Pakar
Komunikasi (perspektif komunikasi publik, dinamika perbedaan pendapat,
dan ruang dialog)
- Penanggap
(memberikan refleksi dan tanggapan lintas perspektif)
Tujuan Webinar
- Memperdalam
pemahaman Borobudur sebagai ruang peradaban dan pembelajaran hidup.
- Menggali
makna filosofis hakikat gong dan Borobudur sebagai simbol harmoni.
- Membangun
ruang dialog reflektif mengenai tantangan pelestarian Borobudur di tengah
perubahan zaman.
- Menguatkan
semangat handarbeni masyarakat dalam menjaga Borobudur secara
berkelanjutan.
Webinar ini menjadi ruang bersama untuk merawat kebijaksanaan, memperkuat
dialog, dan menabuh “Goong Perdamaian” di ruang spiritual Borobudur agar
perbedaan pandangan dapat bertemu dalam semangat harmoni dan kebijaksanaan.
Mari bergabung dan menjadi bagian dari upaya merawat jiwa peradaban
Borobudur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar